Wacana adalah tindakan nyata dalam peristiwa komunikasi dengan menggunakan bahasa sebagai alatnya. Wacana dapat berbentuk tuturan, tulisan, maupun tanda. Karena wacana adalah sebuah peristiwa komunikasi, maka wacana sebagaimana yang dikatakan Renkema adalah sebuah tindakan. Hal ini bisa kita lihat dalam model organon yang dicetuskan oleh Karl Bühler. Dalam model Organon tanda linguistik berfungsi secara terpadu. Tanda yang berfungsi sebagai symptom adalah sesuatu yang dikatakan oleh penutur, kedua adalah tanda yang berfungsi sebagai symbol karena mengacu pada objek, dan tanda ketiga adalah signal karena penerima harus menginterpretasi dan bereaksi sesuai apa yang telah dikatakan penutur. Wacana dapat dikatakan sebagai produk, yaitu hasil pemakai bahasa mengungkapkan apa pikiran atau perasaannya. Wacana juga dapat disebut proses karena wacana adalah pengungkapan pikiran atau perasaan oleh pemakain bahasa. Kajian wacana mewadahi itu semua.
Menurut Johstone kajian wacana mempunyai banyak kegunaaan. Kajian Wacana menjelaskan bagaimana suatu makna dapat disampaikan melalui penyusunan bagian- bagian informasi yang disampaikan dalam bentuk susunan kalimat atau melalui detail bagiaman penutur dan mitra tutur memamhami dan merespon percakapan. Kajian wacana juga menjelaskan tentang bagaimana penutur dapat menyampaikan maksud semantiknya dan bagaimana pendengar menginterpretasikan apa yang didengarnya. Dalam kajian wacana, wacana yang dikaji biasa disebut sebagai “teks.” Teks dapat berupa tulisan maupun non tulisan.
Analisis wacana merupakan metodologi yang dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan yang seringkali muncul dalam lintas disiplin ilmu. Analisis wacana menggunakan struktur teks yang berkaitan dengan konteks. Hasil analisis wacana berbentuk deskripsi, tetapi deskripsi bukanlah tujuan akhir dari analisis wacana ini. Analisis wacana menggunakan teks untuk memahami konteks. Menurut Renkema dalam analisis struktur wacana terdapat proposisi, topik-komen, makrostruktur, dan suprastruktur.
Proposisi merujuk pada makna sederhana dan asertif. Asertif bermakna bawah proposisi tidak dipengaruhi oleh bentuk kalimat sedangkan sederhana bermakna unit makna minimal yang mempunyai satu proposisi atau lebih. Sebagai contoh:
Muatan Berbau Pornografi Bertebaran di Naskah Pelajaran Sekolah Dasar.
(tebar)pred (muatan)arg (bau) pred (pornografi)arg (0)pred (naskah pelajaran sekolah dasar)arg.
Proposisi terdiri atas satu inti proposisi dan satu argument atau lebih. Elemen proposisi tidak sama dengan kata tetapi dapat di frasakan dengan cara yang berbeda oleh karena itu proposisi ditulis menggunakan huruf kecil. Proposisi satu dengan yang lain saling berhubungan dimana proposisi pertama mengandung proposisi selanjutnya.
Comments
Post a Comment